Jakarta -
Sosok Hanny Kristianto mendadak menjadi sorotan setelah mencabut sertifikat mualaf Richard Lee setelah dokter kecantikan itu ditahan karena dugaan tindak pidana perlindungan konsumen.
Selain soal permasalahan hukum Richard Lee, pencabutan sertifikat mualaf itu juga dipicu fakta Richard Lee yang belum mengubah status agama di KTP.
Padahal sertifikat itu dikeluarkan untuk memudahkan Richard Lee mengurus administrasi terkait kepindahannya dari Katolik ke Islam.
Profil Hanny Kristianto
Hanny Kristianto atau yang akrab disapa Koh Hanny adalah seorang pendakwah dan pengusaha keturunan Tionghoa yang dikenal luas sebagai Sekretaris Jenderal Mualaf Center Indonesia (MCI).
Sosoknya sering menjadi perhatian publik karena dedikasinya dalam membina para mualaf serta keberaniannya dalam menyuarakan isu-isu terkait keislaman.
Sebelum memeluk Islam, Hanny adalah seorang pemuka agama Kristen yang aktif di beberapa yayasan seperti Love and Care Ministry.
Dia mulai menunjukkan ketertarikan pada Islam setelah mencoba mencari kelemahan Al-Qur'an untuk membuktikan kesalahannya. Namun, riset pribadinya justru membawanya pada keyakinan bahwa Al-Qur'an adalah kebenaran.
Hanny Kristianto dan mendiang Ustaz Arifin Ilham/ Foto: Dokumen Pribadi
Hanny memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada 28 Februari 2013 ketika usianya 36 tahun.
Setelah memeluk Islam, Hanny mengabdi sebagai Sekretaris Jenderal di Mualaf Center Indonesia. Ia aktif mengawal proses syahadat dan memberikan edukasi bagi mereka yang baru masuk Islam.
Hanny dikenal dengan gaya bicaranya yang lugas, tegas, dan terkadang kritis ketika berdakwah. Ia sering menekankan bahwa menjadi mualaf bukan sekadar status di atas kertas, melainkan komitmen untuk menjalankan syariat, terutama salat lima waktu dan perubahan identitas secara resmi agar pengurusan jenazah secara Islam terjamin di kemudian hari.
(dia/fik)
Loading ...

4 hours ago
1















































