Jakarta -
Syekh Ahmad Al Misry ditetapkan menjadi tersangka pelecehan seksual sesama jenis pada para santri usai dilaporkan ke Bareskrim Polri.
"Berdasarkan pelaksanaan gelar perkara oleh penyidik atas dasar laporan polisi nomor: LP/B/586/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 28 November 2025, penyidik telah menetapkan Saudara SAM sebagai tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip detikcom.
Setelah penetapan status tersangka, ustaz yang disapa SAM itu dikabarkan kabur dan menghilang dari Mesir hingga belum diketahui keberadaannya.
SAM sempat mengatakan ia pergi ke Mesir sejak 15 Maret lalu karena harus mendampingi ibundanya yang sakit dan harus operasi.
Seolah mengelak, SAM meminta agar polisi kembali meneliti semua bukti-bukti tuduhan pelecehan seksual yang mengarah kepadanya.
"Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya," ucapnya.
"Demi Allah, saya tidak pernah berfatwa dengan hal demikian dan ini adalah fitnah yang sangat kejam yang disebarluaskan di banyak medsos," tegasnya.
Di tengah hal ini, muncul unggahan seorang warganet yang mengakui sebagai ustaz melalui akun @hifdzillah_hr.
Unggahan itu memperlihatkan percakapan WhatsApp antara dirinya dengan SAM dalam sapaan sederhana.
"Barusan japri ke SAM. Nggak tau kenapa hati kecil ada rasa dorongan pengen tabayyun ke beliau. Menurut temen" gimana? Perlu atau tidak?," tulisnya.
"Tapi kayanya nggak perlu ya, karena sudah ada Asatidz dan lainnya yang lebih berkepentingan serta kompeten dalam menangani kasus tersebut," tuturnya lagi.
Dalam unggahan tersebut, muncul warganet lain dengan nama @fakhru_ans_official yang meminta nomor SAM.
"Minta nomornya akhiii japri yah. Mau menasehati sesama muslim. Terkhusus agar bertanggung jawab saja. Dan jika beliau merasa benar silahkan dihadapi," komentar akun tersebut.
Sementara warganet lain mempertanyakan balasan chat SAM pada warganet tersebut.
"Nah loh kok kemarin para asatidz menghubungi beliau gak direspon, kok antum bisa dibalas?," komentar warganet.
"Langsung intinya, kapan bergerak hukum Indonesia?," sindir warganet lain.
(dis/fik)
Loading ...

4 hours ago
7
















































