Jakarta -
Nasib Marvel sebagai perusahaan raksasa untuk waralaba pahlawan super ternyata nyaris berubah drastis di dekade 1990-an. Pasalnya, perusahaan ini nyaris diakuisisi oleh bintang pop dunia, Michael Jackson.
King of Pop itu sempat memiliki rencana untuk menguasai industri komik dunia. Bukan sekadar investasi bisnis, sang penyanyi ternyata punya sebuah ambisi pribadi yang sangat spesifik dan tidak terduga, yakni ingin menjadi Peter Parker alias Spider-Man di layar lebar.
Fakta ini diungkapkan oleh keponakan Michael Jackson lewat program Popcorned Planet, Taj Jackson. Ia mengungkapkan bahwa sang paman sudah berdiskusi dengan komikus legendaris dari Marvel Comics, Stan Lee, terkait rencana akuisisi tersebut.
"Saya ingat sedang bersama saudara-saudara saya, dan dia (Michael) berbicara tentang membeli Marvel. Dia ingin melakukannya bersama Stan Lee. Mereka sudah mendiskusikan itu berkali-kali," ungkap Taj dalam acara tersebut, dikutip Rabu (29/4).
Tahun 1990-an merupakan masa yang sulit bagi Marvel dan Michael Jackson. Kala itu, Marvel Entertainment Group berada di ambang kehancuran akibat keputusan bisnis yang buruk, bahkan akhirnya dinyatakan bangkrut saat itu.
Sementara Michael Jackson juga menghadapi krisis reputasi yang serius. Bintang pop dunia itu mendapatkan banyak tuduhan berat, termasuk dugaan pelecehan anak.
Memiliki kekayaan besar untuk membuat tuduhan ini 'menghilang', MJ menganggap menjadi pahlawan super di layar lebar sebagai solusi jitu untuk kembali dilihat sebagai pahlawan di mata dunia.
Pada periode ini, sutradara James Cameron sebenarnya tengah mengembangkan proyek film Spider-Man. Michael Jackson kemudian sangat ingin terlibat, meski proyek tersebut pada akhirnya batal.
Spider-Man/ Foto: Dok. Sony
Meski Spider-Man merupakan target utama, Michael Jackson memiliki visi untuk menguasai seluruh semesta Marvel. Taj Jackson pun menyebut sang paman sebagai pembaca sejati komik-komik Marvel.
Meski demikian, usaha gigih Michael Jackson dan Stan Lee untuk menguasai Marvel harus terhenti.
"Sayangnya (akuisisi) itu tidak terjadi. Saya pikir mereka dilarang melakukannya. Saya tidak tahu alasan pastinya, tapi mereka benar-benar sedang dalam proses melakukan itu," beber Taj Jackson.
Kegagalan sang bintang untuk membeli Marvel justru membawa perusahaan tersebut masuk ke era keemasan yang kita kenal saat ini. Setelah berhasil bangkit kembali, fondasi semesta Marvel dibangun lewat film Blade (1998) dan X-Men (2000).
Kisah pahlawan Marvel semakin meledak usai Sam Raimi menghadirkan Spider-Man (2002) yang dibintangi Tobey Maguire, disusul dengan Iron Man (2008) yang menjadi dasar semesta Marvel hingga saat ini.
(asw/fik)
Loading ...

1 hour ago
3
















































