Tren Revenge Saving Viral, Orang Kini Pilih Nabung daripada Belanja

13 hours ago 12

Jakarta -

Fenomena Revenge Saving belakangan ramai dibahas di media sosial.

Revenge Saving adalah gerakan di mana individu secara sadar menekan pengeluaran konsumtif demi mengalihkan dana tersebut ke tabungan atau investasi.

Tren ini ramai dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi, inflasi yang tinggi, dan rasa lelah akibat gaya hidup konsumtif yang sia-sia.

Tren ini berbanding terbalik dengan Revenge Spending di mana orang merasa 'balas dendam' dengan menghabiskan uang untuk traveling dan barang mewah karena lama terkurung karena pandemi.


Mengapa Tren Ini Viral?

Seperti yang disinggung sebelumnya, tren ini muncul karena kelelahan finansial setelah tahun-tahun sebelumnya penuh 'foya-foya' setelah pandemi.

Banyak orang menyadari bahwa dompet mereka menipis sementara barang yang dibeli tidak memberikan kebahagiaan jangka panjang.

Selain itu, dengan isu resesi global dan fluktuasi pasar yang masih terasa pada 2026 ini, memiliki uang tunai memberikan rasa aman yang tidak bisa diberikan oleh barang mahal apa pun.

Cara Memulai Revenge Saving

Jika kalian baru mau memulai tren ini, mulailah dengan langkah kecil namun konsisten. Jangan langsung menabung jumlah besar dan mengesampingkan kebutuhan sehari-hari.

Berikut beberapa langkah kecil yang bisa dimulai:

  1. Audit Pengeluaran: Cek langganan aplikasi atau streaming yang jarang dipakai namun tetap mendebet saldo kalian.
  2. Aturan 24 Jam: Sebelum membeli barang non-primer, tunggu 24 jam. Biasanya, keinginan belanja akan hilang dengan sendirinya.
  3. Otomatisasi Tabungan: Atur agar sebagian gaji langsung pindah ke rekening tabungan khusus Revenge Saving tepat setelah gajian.

(dia/dia)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |