Jakarta -
Kasus kanker di Indonesia mengalami peningkatan drastis selama beberapa tahun terakhir.
Ada lebih dari 400 ribu kasus baru dan 240 ribu kematian per tahunnya selama 2022 hingga 2024. Karena terus mengalami peningkatan, kasus kanker ini pun diprediksi bisa melonjak hingga lebih dari 70 persen pada 2050.
Lima kanker tertinggi adalah payudara, serviks, paru-paru, kolorektal, dan hati. Pemicu utamanya adalah gaya hidup tidak sehat, merokok, obesitas, dan kurangnya deteksi dini.
Dunia kesehatan juga terus melakukan penelitian demi menemukan obat yang ampuh untuk menyembuhkan kanker. Riset terbaru yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menemukan ada tiga kombinasi tanaman asal Indonesia yang diyakini bisa menjadi obat antikanker.
Tiga tanaman tersebut bisa dikembangkan dan berpotensi menjadi obat kanker. Kombinasi ketiga tanaman tersebut mampu menghambat pertumbuhan sel kanker secara signifikan.
Tiga tanaman Indonesia tersebut adalah kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam. Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional di bawah Organisasi Riset Kesehatan BRIN itu menguji formula kombinasi ekstrak kunyit atau Curcuma longa L., daun sirsak atau Annona muricata L., dan bekatul beras hitam atau Oryza sativa L.. Pengujian dilakukan secara in vitro terhasap sel kanker payudara T47D dan sel kanker kolon WiDr.
Hasilnya kombinasi ketiga tanaman tersebut menunjukkan aktivitas sitotoksik yang kuat dan mampu menghambat proliferasi sel kanker. Kunyit, daun sirsak dan bekatul beras hitam itu diekstrasi menggunakan metode maserasi selama 3x24 jam lalu dilakukan karakterisasi menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS), sebelum diformulasikan dengan metode simplex lattice design (SLD).
"Uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan metode MTT assay terhadap sel kanker payudara T47D, sel kanker kolon WiDr, serta sel normal Vero. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam mengandung golongan senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan steroid yang berperan dalam aktivitas antikanker," jelas peneliti Rizal Maarif Rukmana dalam keterangannya dilihat dari CNBC Indonesia.
Formula paling optimal, yaitu untuk kanker payudara terdiri dari ekstrak kunyit 11,1%, daun sirsak 86,4%, dan bekatul beras hitam 2,5%, dengan nilai IC50 sebesar 24,91 ± 0,81 µg/mL. Kombinasi ini terbukti efektif menghambat proliferasi sel kanker T47D.
"Sementara itu, formula terbaik sebagai antikanker kolon diperoleh dari kombinasi ekstrak kunyit 95,9%, daun sirsak 2,6%, dan bekatul beras hitam 1,5% dengan nilai IC50 sebesar 32,18 ± 2,38 µg/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi bahan alam dapat memberikan aktivitas antikanker yang optimal melalui efek sinergis antar senyawa bioaktif," lanjutnya.
Meski begitu, riset ini masih dalam tahapan awal sehingga perlu dilakukan pengujian pada hewan (in vivo) hingga uji klinis pada manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
(agn)
Loading ...

5 hours ago
1














































