Anak Bongkar Sifat Asli Shandy Sjariff di Rumah

2 hours ago 1

Jakarta -

Sosok ayah kerap identik dengan aturan, disiplin, dan ketegasan. Namun, bagi Shandy Sjariff, menjadi orang tua bukan hanya soal memberi batasan kepada anak-anak, melainkan juga membangun kedekatan yang membuat mereka merasa nyaman untuk tumbuh dan bercerita.

Aktor berusia 45 tahun itu mengaku selalu berusaha menyeimbangkan peran sebagai ayah yang tegas sekaligus sahabat bagi kedua putrinya. Kebersamaan sederhana hingga meluangkan waktu berkualitas menjadi hal yang ia jaga di tengah kesibukannya.

Menurut Shandy, hubungan yang ia bangun bersama anak-anak berjalan secara alami layaknya keluarga pada umumnya. Momen bercanda dan menikmati waktu bersama tetap menjadi bagian penting dalam keseharian mereka.

"Disiplin dan lain-lain, kita happy-happy bareng-bareng, quality time. Normal aja sih," ujar Shandy Sjariff di Detik, Minggu (21/6).


Meski demikian, bintang sinetron itu menegaskan dirinya tidak akan ragu mengambil sikap tegas ketika situasi mengharuskannya bertindak sebagai seorang ayah yang memberikan arahan kepada anak-anaknya.

"Tapi kalau aku sebagai seorang ayah, memang di saat aku butuh aku lebih tegas atau sedikit lebih keras, ya itu akan aku lakukan," katanya.

Bagi Shandy, ketegasan bukan berarti mengurangi kasih sayang. Justru, sikap tersebut menjadi bagian dari tanggung jawabnya dalam mendidik dan membimbing kedua putrinya agar memahami batasan serta nilai-nilai yang harus dijalani dalam kehidupan.

Prinsip itu juga ia terapkan tanpa membeda-bedakan anak-anaknya. Walaupun kedua putrinya memiliki rentang usia yang berbeda, Shandy memastikan perhatian dan kasih sayang yang diberikan tetap sama.

Ia mengaku selalu berusaha memenuhi kebutuhan keduanya secara adil agar tidak muncul perasaan dibedakan dalam keluarga.

"Jadi sama. Bentuk kasih sayang, perhatian, apa yang mereka butuhkan, kita usahakan untuk sama. Jadi nggak ada sih perbedaan sama hal-hal itu," jelasnya.

Pernyataan Shandy ternyata sejalan dengan penilaian sang putri sulung, Diva. Alih-alih melihat ayahnya sebagai sosok yang galak, Diva justru menyoroti perhatian besar yang selama ini diberikan kepada dirinya dan sang adik.

Menurut Diva, sang ayah termasuk orang yang sangat peduli terhadap kebutuhan maupun keinginan anak-anaknya.

"Sebenarnya Papa kalau soal caring sama anak-anak dari kedua anak itu bagus. Soalnya Papa tuh sering perhatiin kebutuhan atau keinginan anak-anaknya," ungkap Diva.

Meski begitu, ia tidak menampik bahwa ketegasan tetap menjadi karakter yang melekat pada sosok ayahnya. Saat melakukan kesalahan, baik dirinya maupun sang adik akan mendapat teguran yang sama.

"Kalau semisal ada salah aku, ya akan tegas gitu. Papa akan tegas sama kita berdua," tuturnya.

Pengakuan Diva memperlihatkan gambaran hubungan yang terjalin di keluarga Shandy Sjariff. Ketegasan yang diterapkan bukan untuk menciptakan jarak, melainkan menjadi bagian dari cara seorang ayah menunjukkan kepedulian dan tanggung jawabnya kepada anak-anak. Di balik sosok yang keras ketika dibutuhkan, tersimpan figur ayah yang tetap berusaha hadir, mendengarkan, dan memberikan perhatian yang sama kepada kedua putrinya.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |