Bawa Misi Perdamaian, Perempuan Iran Gowes Sepeda Keliling Asia

8 hours ago 3

Jakarta -

Areezoo Eskandari, perempuan asal Iran melakukan perjalanan mengelilingi berbagai negara di Asia menggunakan sepedanya. Perjalanan ribuan kilometer itu dilakukan Arezoo untuk menyebarkan pesan perdamaian, persahabatan, dan saling pengertian antara berbagai negara.

Awalnya, Arezoo terbang dari Iran menuju China terlebih dahulu dan memulai perjalanannya mengayuh sepeda mengelilingi negara Asia. Arezoo tak menampik dirinya menghadapi berbagai tantangan selama melakukan perjalanan aksi perdamaian ini.

Mengunjungi berbagai negara, tentu saja perbedaan bahasa merupakan masalah utama yang dialami Areezo. Selain itu, sebagai seorang muslim, Arezoo juga sempat merasa kesulitan mencari makanan halal saat berkunjung ke China.

"China menjadi bagian tersulit karena itu negara pertama dalam perjalanan ini. Saya baru memulai dan harus beradaptasi dengan banyak hal. Selain itu, tidak banyak warga lokal yang bisa berbahasa Inggris sehingga komunikasi menjadi tantangan tersendiri," cerita Arezoo Eskandari dilansir dari Detikcom, Senin (8/6).


"Kadang sangat sulit menemukan makanan halal di kota kecil," sambungnya.

Arezoo melanjutkan perjalanan dari China menuju Vietnam, Laos, Thailand, dan Malaysia, hingga akhirnya tiba di Indonesia. Dari berbagai negara, Arezoo mengungkapkan Laos memiliki kesan tersendiri baginya.

Ia sempat mengalami kecelakaan saat perjalanan di Laos. Beruntung, warga di sana sangat baik hingga menolong dirinya.

"Saya sempat mengalami kecelakaan dan terjatuh di Laos. Untungnya hanya cedera ringan sehingga saya bisa kembali melanjutkan perjalanan," tuturnya.

Areezo tak menampik misi yang dijalaninya saat ini tidaklah mudah. Namun, berkat rasa cinta, ia mampu menjalaninya hingga sejauh ini.

"Perjalanan seperti ini tidak mungkin dijalani tanpa rasa cinta. Kalau hanya dianggap tugas, saya rasa saya tidak akan mampu melakukannya sejauh ini," jelasnya.

Tentu saja jauh dari kampung halaman membuat Arezoo merasa rindu kepada keluarganya. Apalagi, saat komunikasi terputus akibat Iran digempur oleh Amerika Serikat dan Israel.

"Keluarga, terutama pelukan ibu. Itu salah satu momen yang sulit karena saya harus menjalani semuanya sendirian. Sekarang saya bersyukur komunikasi sudah kembali lancar," pungkasnya.

(kpr/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |