Disebut Bisa Bawa Sial, Ini 5 Barang Dapur yang Wajib Disingkirkan Menurut Feng Shui
Feng shui merupakan ilmu tradisional dari Tiongkok yang dipercaya mengatur keseimbangan energi atau chi di dalam sebuah tempat tinggal.
Secara harfiah, feng shui berarti 'angin' dan 'air', dua unsur alam yang dianggap membawa energi kehidupan.
Dalam penerapannya, feng shui kerap digunakan untuk menata rumah, ruangan, hingga peletakan barang agar tercipta suasana yang harmonis, nyaman, dan dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan, kesehatan, serta rezeki bagi penghuninya.
Melalui aturan feng shui, dapur dianggap sebagai salah satu area paling penting di rumah karena berkaitan dengan aliran rezeki, kesehatan, hingga keharmonisan keluarga.
Penataan dapur dipercaya dapat mempengaruhi energi positif atau chi yang mengalir di dalam hunian. Karena itu, feng shui menganjurkan agar dapur selalu bersih, rapi, dan bebas dari barang-barang rusak maupun menumpuk yang dianggap dapat menghambat keberuntungan.
Tak hanya posisi perabot, benda-benda kecil yang sering dibiarkan di dapur juga diyakini bisa memicu energi negatif jika tidak ditata dengan baik.
Tanpa disadari, hal-hal kecil seperti peralatan rusak atau barang yang sudah tidak terpakai dapat mempengaruhi kenyamanan hingga keberuntungan penghuni rumah.
Lantas, barang apa saja di dapur yang sebaiknya disingkirkan menurut Feng Shui? Berikut ulasannya.
1. Peralatan Masak yang Tidak Terpakai
Peralatan dapur yang sudah lama tidak digunakan atau dalam kondisi rusak sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk.
Selain membuat dapur terlihat penuh, barang-barang seperti ini juga sering dikaitkan dengan energi yang tidak bergerak.
Melansir Ideal Home, konsultan Feng Shui Lorraine Lewis menjelaskan bahwa barang yang tidak terpakai dapat menahan aliran energi positif dan menciptakan kesan stagnan.
Membersihkan dan memilah ulang peralatan dapur secara berkala bisa membantu menciptakan ruang yang lebih segar dan nyaman digunakan.
2. Peralatan Makan yang Pecah atau Retak
Piring, mangkuk, atau gelas yang sudah retak sering kali masih digunakan karena dianggap masih layak.
Padahal, dalam Feng Shui, kondisi tersebut melambangkan ketidakseimbangan dan kerusakan.
Selain berisiko melukai, peralatan makan yang pecah juga dipercaya membawa energi kurang baik saat digunakan.
Menggantinya dengan yang masih utuh dianggap sebagai langkah sederhana untuk menjaga suasana dapur tetap positif dan mendukung kesejahteraan.
3. Pisau dan Benda Tajam yang Dibiarkan Terbuka
Menyimpan pisau di area terbuka mungkin terasa praktis, tetapi kebiasaan ini tidak disarankan dalam feng shui.
Selain faktor keamanan, benda tajam yang terlihat jelas disebut bisa memunculkan kesan tegang di dalam ruangan.
Dilansir Homes and Gardens, benda tajam yang tidak disimpan dengan baik dapat mempengaruhi kenyamanan karena dianggap memancarkan energi yang terlalu keras.
Menyimpannya di laci atau tempat khusus bisa membantu menjaga dapur tetap terasa rapi dan tertata.
4. Wadah Kosong
Selanjutnya ada stoples atau wadah makanan kosong yang sering kali dibiarkan tersimpan tanpa tujuan yang jelas di area dapur.
Dalam feng shui, kondisi ini kerap dikaitkan dengan simbol kekosongan atau kurangnya kelimpahan.
Lorraine Lewis menyebut bahwa wadah kosong yang dibiarkan menumpuk dapat memperlambat aliran energi positif.
Menyusun ulang, mengisi, atau menyingkirkan wadah yang tidak digunakan bisa membantu menciptakan kesan dapur yang lebih hidup dan terorganisir.
5. Cermin yang Menghadap Kompor
Cermin dikenal sebagai elemen yang mampu memantulkan sekaligus memperkuat energi.
Ketika ditempatkan menghadap kompor, cermin dapat menggandakan elemen api yang sudah dominan di area dapur.
Kondisi ini dipercaya membuat energi menjadi terlalu kuat dan tidak seimbang.
Untuk menjaga keharmonisan, posisi cermin sebaiknya diatur ulang atau ditutup saat tidak digunakan agar energi di dapur tetap stabil.
Loading ...

12 hours ago
12
















































