Dua Negara Ini Larang Pemakaian Hijab Bagi Wanita

6 hours ago 5

Jakarta -

Ada dua negara di dunia yang memiliki aturan ketat soal simbol serta perayaan keagamaan Islam seperti hijab.

Negara pertama adalah Tajikistan yang mengeluarkan aturan pembatasan penggunaan hijab.

Majelis tinggi parlemen atau Majlisi Milli mengesahkan undang-undang yang melarang penggunaan 'pakaian asing' serta sejumlah tradisi yang berkaitan dengan perayaan keagamaan seperti Idulfitri dan Iduladha.

Undang-undang tersebut menargetkan jilbab dan pakaian tradisional Islam dalam beberapa tahun terakhir yang kini semakin banyak dikenakan masyarakat Tajikistan.


Selain itu, aturan baru juga menegaskan tradisi Idgardak atau kebiasaan anak-anak berkeliling meminta hadiah saat perayaan Idulfitri dan Iduladha.

Sejak 2007, Kementerian Pendidikan Negara melarang penggunaan pakaian Islami di sekolah meski 95% hingga 98% penduduk Tajikistan beragama Islam.

Negara kedua yang melakukan pembatasan adalah Spanyol. Melansir dari Deutsche Welle, ombudsman Spanyol menyelidiki keputusan pemerintah Kota Jumilla di wilayah Murcia yang melarang penggunaan fasilitas publik hingga arena olahraga untuk kegiatan keagamaan.

Aturan itu mencakup pula soal kegiatan sosial, budaya, atau keagamaan yang tidak berkaitan langsung dengan pemerintah kota, termasuk perayaan Idulfitri dan Iduladha.

Kebijakan tersebut telah disahkan oleh pemerintah kota yang dipimpin Partai Rakyat konservatif setelah adanya usulan dari partai sayap kanan Vox.

"Kita harus melindungi ruang publik dari praktik-praktik yang asing bagi budaya dan cara hidup kita. Spanyol bukanlah Al Andalus," tulis pemimpin partai Santiago Abascal.

Di sisi lain, Ombudsman Spanyol meminta klarifikasi pada pemerintah kota soal jaminan hak kelompok agama untuk menjalankan ibadah di ruang publik.

Diketahui, ada sekitar 1.500 Muslim dari 27.000 penduduk yang bermukim di kota Jumilla.

(dis)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |