Fakta-fakta Sungai Eufrat, Menyimpan Gunung Emas hingga Tanda Akhir Zaman

6 hours ago 5

Jakarta -

Sungai Eufrat diprediksi akan mengering pada tahun 2040. Tentu saja hal tersebut menimbulkan kekhawatiran, terkhusus umat Muslim soal tanda akhir zaman.

Dilansir dari DetikTravel, Sungai Eufrat menunjukkan penurunan cadangan air yang sangat signifikan. Berdasarkan pantauan satelit Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) milik NASA pada 2013, ditemukan bahwa cekungan Sungai Tigris-Eufrat telah kehilangan sekitar 144 kilometer kubik air sejak 2003.

Banyak publik yang mengaitkan kabar penurunan debit air di Sungai Eufrat dengan sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadis tentang tanda-tanda hari kiamat.

"Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia menjadi saling berperang dan saling membunuh untuk mendapatkannya." (HR. Muslim No. 2894).


Berikut Fakta-fakta tentang Sungai Eufrat

1. Salah Satu Sungai Terpanjang di Asia Barat

Sungai Eufrat merupakan salah satu sungai terpanjang di kawasan Asia Barat Daya. Sungai ini bersinggungan langsung dengan Sungai Tigris yang mengalir ke utara dan timur.

Aliran Sungai Eufrat bermula dari Dataran Tinggi Armenia di Turki Timur dan membentang panjang mencapai 1.730 mil atau sekitar 2.800 kilometer.

2. Pusat Peradaban Kuno dan Wilayah Mesopotamia

Sungai Eufrat dan Tigris membentuk wilayah Mesopotamia, yang dikenal sebagai salah satu tempat lahir peradaban manusia. Sejak sekitar 7.000 tahun lalu, lembah Sungai Eufrat telah menjadi pusat perkembangan peradaban manusia.

Air sungai ini biasanya dimanfaatkan untuk sistem irigasi pertanian oleh masyarakat kuno untuk bercocok tanam dan membangun permukiman di sekitarnya. Tak heran jika di sepanjang aliran Sungai Eufrat ditemukan banyak kota dan situs arkeologi penting dari peradaban kuno, seperti Sumeria, Babilonia, hingga Asyur.

3. Mengaliri Tiga Negara Strategis

Sungai Eufrat mengalir melintasi tiga negara di Timur Tengah, yakni Turki, Suriah, dan Irak. Aliran sungai ini menjadikannya salah satu sumber air utama bagi jutaan penduduk di kawasan tersebut, terutama untuk kebutuhan pertanian, energi, dan air bersih. Namun, keberadaannya kerap menjadi isu geopolitik yang sensitif di antara negara-negara yang dilaluinya.

4. Tanda Akhir Zaman

Sungai Eufrat juga dipercaya termasuk salah satu tanda-tanda hari kiamat, bagi umat Islam. Ketika prediksi penelitian melaporkan Sungai Eufrat akan mengering pada 2040, kondisi itu dikaitkan dengan perkataan Rasulullah SAW sebagai tanda akan datangnya akhir zaman.

Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah saw. menyebut bahwa suatu saat Sungai Eufrat akan surut dan menyingkap gunung emas, yang kemudian diperebutkan oleh manusia. Peristiwa tersebut disebut sebagai salah satu tanda menjelang akhir zaman.

5. Keberadaan Gunung Emas

Istilah "gunung emas" dalam hadis riwayat Muslim dipercaya menjadi salah satu tanda hari kiamat. Dipercaya, saat Sungai Eufrat surut, akan muncul gunung emas.

6. Dampak Perubahan Iklim

Mengeringnya Sungai Eufrat dalam beberapa tahun terakhir dikaitkan dengan dampak perubahan iklim yang memicu kenaikan suhu dan penurunan curah hujan di kawasan Timur Tengah.

Model iklim menunjukkan curah hujan di wilayah cekungan Eufrat dapat turun sekitar 5-8% dalam beberapa dekade mendatang, sementara suhu yang lebih tinggi meningkatkan penguapan air sehingga volume sungai terus berkurang.

(kpr/and)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |