Heboh! Negara Baru Ini Punya Presiden Gen Z

4 hours ago 4

Jakarta -

Pemuda bernama Daniel Jackson mendeklarasikan berdirinya negara baru, Free Republic of Verdis, wilayah kecil berupa hutan serta pasir di sepanjang Sungai Danube yang berada di perbatasan Serbia dan Kroasia.

Daniel yang memiliki kewarganegaraan Inggris dan Australia mengeklaim wilayah tersebut termasuk dalam kategori terra nullius atau dalam hukum internasional yang artinya wilayah tak diklaim negara manapun.

"Kawasan ini tak diklaim oleh siapa pun karena Kroasia menyebut wilayah tersebut milik Serbia sementara Serbia menganggap perbatasannya ada di garis tengah Sungai Danube," kata Daniel pada Times of India.

Wilayah yang diklaim sebagai negara Verdis itu memiliki luas sekitar 124 acre atau sekitar 0,5 kilometer persegi, artinya sedikit lebih besar dari Kota Vatikan yang merupakan negara terkecil di dunia.


Ide memunculkan negara baru ini pertama kali muncul kala Daniel masih berusia 14 tahun dan bersama temannya mencoba mencari wilayah geografis unik di peta internet.

Pada tahun 2019, kelompok tersebut mulai membangun simbol kenegaraan dari bendera, lambang negara, konstitusi, hingga struktur pemerintahan yang terdiri dari menteri luar negeri, dalam negeri, pertahanan, dan infrastruktur.

Aktivitas negara tersebut berlangsung secara daring di mana Daniel sebagai presiden mengeklaim proyek tersebut menarik ribuan pendukung dari berbagai negara termasuk anak muda yang suka dengan konsep kewarganegaraan digital.

Sayangnya, upaya tersebut tak berjalan mulus. Pada Oktober 2023, Daniel dan pendukungnya mencoba mendirikan kamp di wilayah tersebut dan mengibarkan bendera Verdis.

Pemerintah Kroasia menolak klaim bahwa wilayah tersebut merupakan terra nullius. Dalam pernyataan resminya, kementerian luar negeri Kroasia mengatakan proyek Verdis sebagai tindakan provokatif yang tak memiliki dasar hukum.

Saat ini, Daniel menjalankan aktivitas pemerintahan Verdis dari Inggris sembari bekerja sebagai pengembang gim lepas di platform Roblox sambil mengelola komunitas serta pemerintahan negara yang beroperasi secara online.

"Kami tak akan menyerah. Cepat atau lambat kami akan kembali ke wilayah tersebut," tegasnya.

(dis)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |