Heboh Wabah Virus di Kapal Pesiar, Ini Fakta Hantavirus yang Perlu Diketahui

23 hours ago 10

Jakarta -

Kabar mengejutkan datang dari perjalanan kapal pesiar di Samudra Atlantik. Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan wabah Hantavirus, seperti disampaikan oleh World Health Organization.

Kasus ini terjadi di kapal pesiar kutub MV Hondius yang sedang berlayar dari Argentina menuju Kepulauan Tanjung Verde. Dari laporan yang ada, setidaknya satu kasus hantavirus telah terkonfirmasi. Sementara itu, satu pasien lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit di Afrika Selatan. Dua korban meninggal diketahui merupakan pasangan asal Belanda.

Lalu, apa sebenarnya hantavirus dan seberapa berbahaya penyakit ini?

Hantavirus adalah kelompok virus yang biasanya menyebar melalui hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini terdapat dalam urine, kotoran, dan air liur hewan yang terinfeksi. Manusia bisa tertular saat menghirup partikel udara yang sudah terkontaminasi, misalnya dari debu yang berasal dari kotoran tikus yang mengering.


Penyakit ini memiliki beberapa jenis sindrom. Di wilayah Amerika, hantavirus dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru. Sementara di Asia dan Eropa, virus ini bisa memicu hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang berdampak pada ginjal.

Gejala awalnya sering terlihat seperti flu biasa, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lelah. Namun, kondisi ini bisa memburuk dengan cepat. Pada kasus tertentu, penderita bisa mengalami sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, hingga kondisi yang mengancam nyawa dalam waktu singkat.

Penularan hantavirus umumnya terjadi dari lingkungan yang terkontaminasi, bukan dari manusia ke manusia. Artinya, risiko penyebaran luas relatif kecil, meski tetap harus diwaspadai. Aktivitas seperti membersihkan ruangan tertutup yang lama tidak digunakan bisa meningkatkan risiko paparan.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk hantavirus. Penanganan yang dilakukan biasanya berupa perawatan suportif, seperti pemberian oksigen atau bantuan pernapasan. Karena itu, deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting untuk meningkatkan peluang pasien sembuh.

Komplikasi yang bisa terjadi juga cukup serius. Pada jenis HPS, masalah utama ada pada paru-paru yang bisa berujung pada gagal napas. Sementara pada HFRS, kerusakan ginjal menjadi risiko utama.

Untuk mencegah infeksi, WHO menyarankan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus, serta menggunakan pelindung saat membersihkan area berisiko. Ventilasi yang baik dan penggunaan disinfektan juga bisa membantu mengurangi kemungkinan paparan.

(yoa/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |