Jakarta -
Hubungan Tom Holland dan Zendaya ternyata memberi dampak besar bukan hanya dalam kehidupan pribadi mereka, melainkan juga di balik layar salah satu film superhero terbesar dunia.
Pasangan yang telah bertahun-tahun bersama itu baru saja mengungkap sebuah kejadian tak terduga saat proses produksi film Spider-Man terbaru.
Alih-alih mengikuti jadwal syuting yang sudah berjalan, keduanya justru meminta seluruh proses pengambilan gambar dihentikan karena merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Keputusan tersebut bukan muncul karena masalah teknis ataupun konflik di lokasi syuting.
Tom Holland dan Zendaya merasa sebuah adegan penting gagal menyampaikan emosi yang seharusnya dirasakan penonton.
Dalam episode terbaru podcast Good Hang bersama Amy Poehler, Holland mengaku kehadiran Zendaya menjadi sosok yang sangat penting dalam hidup dan kariernya.
"Saya tidak bisa membayangkan melakukan apa yang saya lakukan sekarang tanpa dirinya," ujar Holland.
Kedekatan mereka yang terjalin sejak membintangi film Spider-Man membuat keduanya memiliki kepercayaan yang sangat tinggi satu sama lain.
Hal itu terbukti ketika mereka menjalani proses syuting Spider-Man: Brand New Day, film terbaru yang dijadwalkan tayang pada musim panas tahun ini.
Menurut Holland, masalah bermula ketika mereka menyelesaikan pengambilan gambar sebuah adegan.
Saat kamera beralih merekam bagian milik Zendaya, aktor berusia 30 tahun itu merasakan ada sesuatu yang janggal.
Perasaan tersebut begitu kuat hingga ia memberanikan diri mengajukan pertanyaan yang menurutnya tidak akan pernah ia lontarkan kepada lawan main lain.
"Kami baru saja selesai mengambil gambar untuk bagian saya. Saat giliran mengambil gambar untuk bagian Zendaya, saya menanyakan sesuatu yang tidak akan pernah terpikirkan atau berani saya katakan kepada aktris lain yang bukan pasangan saya. Saya bertanya, 'Menurutmu adegan ini berhasil nggak?' Dan dia langsung menjawab, 'Nggak. Menurutku adegan ini sama sekali nggak dapet,'" kenang Holland.
Jawaban jujur dari Zendaya membuat Holland semakin yakin bahwa perasaannya bukan sekadar asumsi. Ia kemudian mendatangi para produser dan meminta pendapat mereka mengenai adegan tersebut.
Respons yang diterimanya ternyata sejalan dengan apa yang ia dan Zendaya rasakan.
Ketika para produser mengakui adegan tersebut memang belum bekerja dengan baik, Holland langsung menyampaikan apa yang menjadi kegelisahannya.
"Ya, saya dan Z (Zendaya) benar-benar tidak merasakannya."
Keberanian mereka mengungkapkan masalah itu akhirnya membawa diskusi serius dengan sutradara film tersebut, Destin Daniel Cretton.
Meski menyadari bahwa proses syuting telah menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit, keduanya tetap memilih menyuarakan pendapat mereka.
Alih-alih marah atau panik, sang sutradara justru memberikan respons yang membuat Holland semakin kagum.
"Dia sangat tenang, tidak ada yang bisa membuatnya panik," puji Holland.
Sutradara tersebut kemudian mengajak mereka membedah ulang adegan yang dianggap bermasalah.
"Dia mendengarkan kami, lalu duduk dan bertanya, 'Memangnya emosi apa yang sebenarnya ingin kalian sampaikan?' Setelah saya jelaskan, dia setuju dan langsung berkata kepada seluruh kru, 'Semuanya boleh pulang hari ini. Kami akan duduk di sini dan menulis ulang adegan ini.'" ujarnya.
Keputusan besar itu membuat seluruh proses syuting dihentikan sementara. Tim kreatif memilih kembali ke meja diskusi untuk memperbaiki naskah agar emosi yang ingin disampaikan bisa terasa lebih kuat.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Keesokan harinya, mereka kembali ke lokasi dan merekam ulang adegan yang telah direvisi.
Menurut Holland, versi terbaru itu jauh lebih hidup dan berhasil menghadirkan nuansa yang sejak awal mereka cari.
Kisah tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana hubungan personal antara Holland dan Zendaya memberi keuntungan tersendiri dalam proses kreatif.
Kejujuran yang mungkin sulit disampaikan kepada rekan kerja lain justru menjadi kunci untuk menghasilkan adegan yang lebih baik.
Pada kesempatan yang sama, Holland juga tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya terhadap kemampuan akting sang kekasih.
Ia menyebut Zendaya sebagai aktris yang selalu memberikan totalitas penuh dalam setiap karakter yang dimainkan.
"Dia benar-benar totalitas. Saat kalian melihatnya sebagai Rue (di serial Euphoria), karakternya sangat jauh berbeda dengan dirinya di kehidupan nyata. Lalu saat melihatnya sebagai Emma di film The Drama, penampilannya sangat berbeda lagi, namun dengan intensitas, gairah, dan dorongan yang sama besarnya," tutup Holland bangga.
Pengakuan tersebut semakin memperlihatkan bahwa chemistry Tom Holland dan Zendaya tidak hanya berhasil memikat penggemar di depan kamera, tetapi juga menjadi kekuatan penting yang membantu mereka menghadirkan kualitas terbaik di balik layar.
(ikh/and)
Loading ...

7 hours ago
4
















































