Jakarta -
Selama lebih dari dua dekade, identitas seniman jalanan legendaris Banksy menjadi salah satu misteri terbesar di dunia seni. Namun sebuah investigasi terbaru mengklaim telah menemukan petunjuk paling kuat mengenai siapa sosok sebenarnya di balik karya-karya mural yang terkenal di seluruh dunia.
Investigasi yang dilakukan oleh kantor berita Reuters dalam laporan berjudul In Search of Banksy menyebutkan adanya bukti dokumen yang mengarah pada satu nama yang sudah lama dicurigai publik: Robin Gunningham.
Penelusuran tersebut tidak hanya berdasarkan spekulasi. Tim investigasi menelusuri dokumen hukum lama, catatan perjalanan internasional, hingga arsip kepolisian yang tersebar di beberapa negara.
Salah satu temuan penting berasal dari dokumen kepolisian di Manhattan, New York, Amerika Serikat, pada tahun 2000. Dalam catatan itu, seorang pria bernama Robin Gunningham tertangkap saat menggambar di papan iklan dan menandatangani pengakuan tertulis dengan tulisan tangan.
Insiden tersebut ternyata memiliki kemiripan dengan kisah yang pernah diceritakan mantan manajer Banksy, Steve Lazarides, dalam bukunya. Saat itu Lazarides memang menggambarkan peristiwa penangkapan seorang seniman grafiti di New York, meski ia tidak pernah menyebut nama asli orang tersebut.
Nama Gunningham sendiri sebenarnya sudah pernah muncul dalam teori yang beredar sejak 2008. Namun laporan terbaru ini menambahkan lapisan baru yang membuat dugaan tersebut semakin kuat.
Investigasi menemukan bahwa identitas Robin Gunningham diduga telah dihapus secara hukum. Pria yang dicurigai sebagai Banksy itu kini disebut menggunakan nama yang sangat umum di Inggris, yakni David Jones.
Pemilihan nama tersebut dinilai sebagai cara efektif untuk menyembunyikan identitas. Di Inggris, nama David Jones sangat umum digunakan sehingga hampir mustahil dilacak secara administratif.
Laporan tersebut juga menelusuri perjalanan ke Ukraina pada akhir 2022, saat beberapa mural Banksy muncul di bangunan yang rusak akibat perang.
Data perjalanan menunjukkan seorang pria bernama David Jones memasuki Ukraina pada waktu yang hampir bersamaan dengan kemunculan karya-karya tersebut.
Dalam perjalanan itu, ia disebut bepergian bersama fotografer Giles Duley dan musisi Robert Del Naja, yang selama ini juga sering disebut dalam berbagai teori terkait identitas Banksy.
Menanggapi laporan tersebut, pengacara lama Banksy, Mark Stephens, menyampaikan keberatan. Ia tidak secara langsung membenarkan ataupun membantah identitas yang disebutkan, tetapi menegaskan bahwa anonimitas merupakan bagian penting dari karya Banksy.
"Bekerja secara anonim adalah bagian vital dari kepentingan sosial. Hal ini melindungi kebebasan berekspresi dan memungkinkan kreator untuk menyuarakan kebenaran tanpa takut akan pembalasan atau persekusi," ujar Stephens.
Ia juga mengingatkan bahwa pengungkapan identitas tersebut berpotensi membahayakan keselamatan sang seniman serta mengurangi nilai artistik dari karya-karyanya.
Meski demikian, bagi sebagian pengamat seni, investigasi ini dianggap sebagai bukti paling kuat yang pernah muncul mengenai identitas Banksy.
Namun bagi para penggemarnya di seluruh dunia, sosok Banksy mungkin akan tetap menjadi simbol seni perlawanan yang anonim-apa pun nama yang sebenarnya tertulis di paspornya.
(ikh/ikh)
Loading ...

13 hours ago
18
















































