Jakarta -
Setelah ditutup selama dua bulan karena peningkatan aktivitas vulkanik, jalur pendakian Gunung Slamet akhirnya kembali dibuka pada Rabu (10/6). Meski demikian, kuota pendakian masih diberlakukan secara terbatas.
Keputusan pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Slamet diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pengelola jalur lingkar Gunung Slamet, Pos Pengamatan Gunung Api, serta Perhutani.
Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo menjelaskan bahwa pembukaan jalur pendakian ini juga merujuk pada laporan khusus Badan Geologi dan hasil pemantauan visual.
Hasil pemantauan itu pun menunjukkan bahwa Gunung Slamet berada dalam kondisi stabil tanpa lonjakan aktivitas yang signifikan.
"Pendakian dibuka lagi per tanggal 10 Juni setelah radius aman diturunkan dari tiga kilometer menjadi dua kilometer. Meski statusnya masih Level II (Waspada), kondisinya relatif stabil dan bisa dikatakan normal," kata Sugeng seperti dilaporkan oleh detikcom.
Pihak pengelola kemudian menerapkan sejumlah aturan ketat untuk menjaga keselamatan pendaki, termasuk membatasi kuota pendaki. Jalur Pos Bambangan di Kabupaten Purbalingga membatasi jumlah pendaki antara 700 hingga 900 orang per hari.
Sistem kuota ini mengacu pada akumulasi jumlah pendaki yang naik dan turun harian. Pendaki juga dilarang keras untuk memasuki radius aman dua kilometer dari kawah, serta hanya diizinkan mendaki sampai Pos 9 atau Pelawangan (batas vegetasi terakhir).
Selain menetapkan kuota pendaki secara terbatas, pihak pengelola Gunung Slamet juga memastikan bahwa mereka akan memperketat pengawasan untuk memastikan keselamatan para pendaki.
(asw/fik)
Loading ...

8 hours ago
3
















































