Kanye West Dilarang Masuk Inggris, Festival Wireless 2026 Resmi Batal

7 hours ago 1

Jakarta -

Kabar mengejutkan datang dari dunia musik internasional. Wireless Festival yang biasanya meriah setiap tahun, resmi dibatalkan untuk edisi 2026.

Keputusan ini diambil setelah penampil utamanya, Kanye West, yang kini dikenal sebagai Ye, dilarang masuk ke Inggris oleh pemerintah setempat.

Menurut laporan dari Variety, Kementerian Dalam Negeri Inggris mencabut izin perjalanan elektronik atau ETA milik Ye. Hal ini membuatnya tidak bisa memasuki wilayah Inggris.

"Kementerian Dalam Negeri telah mencabut ETA (Electronic Travel Authorisation) milik Ye, sehingga ia tidak diizinkan masuk ke Inggris," tulis pihak penyelenggara dalam pernyataan resmi.


Akibat keputusan tersebut, pihak festival tidak punya pilihan lain selain membatalkan acara dan mengembalikan dana tiket kepada penonton.

"Akibatnya, Festival Wireless dibatalkan dan pengembalian dana akan diberikan kepada semua pemegang tiket," lanjut pernyataan tersebut.

Larangan ini bukan tanpa alasan. Ye selama beberapa tahun terakhir kerap menuai kontroversi, terutama terkait pernyataan bernada antisemitisme.

Pihak penyelenggara pun menegaskan sikap mereka terhadap isu tersebut.

"Antisemitisme dalam segala bentuknya adalah sesuatu yang menjijikkan, dan kami menyadari dampak nyata serta personal dari isu ini," ujar mereka.

Meski begitu, mereka juga menyebut Ye sempat menyampaikan keinginan untuk membuka dialog.

"Seperti yang Ye sampaikan hari ini, ia mengakui bahwa kata-kata saja tidak cukup, dan meskipun demikian ia masih berharap diberi kesempatan untuk memulai dialog dengan komunitas Yahudi di Inggris."

Sebelumnya, pengumuman Ye sebagai penampil utama langsung memicu protes dari berbagai pihak. Bahkan Keir Starmer secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya.

Tekanan publik semakin besar setelah penampilan kontroversial Ye di Los Angeles beberapa waktu lalu.

Padahal, pihak festival mengaku sudah melakukan konsultasi sebelum mengontrak Ye dan tidak menerima keberatan saat itu.

Nama Ye memang terus menjadi sorotan sejak Grammy Awards 2025. Selain tampil kontroversial bersama istrinya, Bianca Censori, ia juga beberapa kali membuat pernyataan yang menuai kecaman.

Bahkan, ia sempat menghebohkan publik dengan pernyataan yang memuji Adolf Hitler dan Nazi, serta menjual kaus dengan simbol swastika yang memicu kritik global.

Meski Ye sempat meminta maaf melalui iklan di The Wall Street Journal dan menawarkan dialog, hal tersebut tidak cukup untuk mengubah keputusan pemerintah Inggris.

Sebelum akhirnya dibatalkan, Direktur Pelaksana Festival Republic, Melvin Benn, sempat membela Ye dengan alasan kesehatan mental.

"Saya telah menyaksikan banyak perilaku tercela yang harus saya maafkan dan saya lanjutkan," tulisnya.

"Jika sebelumnya belum, kini saya telah menjadi seseorang yang mengedepankan pemaafan dan harapan dalam semua aspek kehidupan saya, termasuk pekerjaan."

Wireless Festival merupakan salah satu festival musik hip-hop, grime, dan R&B terbesar di Inggris yang sudah digelar sejak 2005.

Dengan pembatalan ini, promotor Live Nation harus memproses pengembalian dana dalam jumlah besar kepada para pembeli tiket.

Pembatalan ini pun menjadi salah satu kasus paling besar dalam dunia festival musik, sekaligus menunjukkan bagaimana kontroversi seorang artis bisa berdampak luas hingga ke industri hiburan global.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |