Kenapa Ibu Hamil Tak Dianjurkan Pakai Retinol? Begini Penjelasannya

11 hours ago 10

Jakarta -

Retinol dikenal sebagai salah satu kandungan skincare yang paling banyak digunakan, terutama dengan kemampuannya untuk meremajakan kulit, mengurangi kerutan, hingga memperbaiki tekstur kulit.

Kandungan aktif ini merupakan turunan vitamin A yang termasuk dalam kelompok retinoid. Bahan ini bekerja dengan cara merangsang regenerasi sel kulir, meningkatkan produksi kolagen, hingga mengurangi inflamasi.

Meski punya banyak manfaat bagi kulit, penggunaan retinol perlu diperhatikan. Hal ini karena tak semua jenis kulit cocok dengan retinol, bahkan bisa mengakibatkan iritasi pada kulit jika tak digunakan sesuai anjuran.

Retinol juga sangat tidak dianjurkan untuk digunakan oleh ibu hamil. Namun apa sebenarnya alasan ibu hamil tak dianjurkan untuk menggunakan retinol? Berikut merupakan penjelasannya.


1. Risiko Pada Janin

Salah satu alasan utama yang membuat ibu hamil disarankan untuk menghindari retinol adalah potensi risiko pada janin. Studi menunjukkan bahwa pengguna retinoid oral yang lebih kuat dibandingkan retinoid topikal bisa meningkatkan risiko terhadap bayi.

Bayi yang lahir bisa mengalami berbagai risiko seperti masalah jantung hingga malformasi fisik. Meski risiko ini lebih terkait dengan retinoid oral, banyak dokter yang merekomendasikan agar ibu hamil tetap menghindari penggunaan zat ini.

2. Penyerapan ke Dalam Darah

Meski retinol digunakan secara topikal atau hanya dari luar dengan cara dioleskan, ada kemungkinan kecil bahwa retinol akan diserap melalui kulit dan masuk ke aliran darah.

Darah kemudian membawa retinol yang diserap kepada janin, menimbulkan risiko pertumbuhan terutama pada trimester pertama saat perkembangan organ dan sistem tubuh sedang berlangsung dengan pesat.

3. Kurangnya Penelitian Efek Jangka Panjang Retinol

Penelitian soal efek jangka panjang dari penggunaan retinol selama hamil juga masih sangat terbatas. Padahal penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui efek sebenarnya yang dialami janin jika retinol tetap digunakan.

Ahli kemudian merekomendasikan ibu hamil untuk menghindari bahan-bahan yang belum sepenuhnya dipahami risikonya.

Namun ibu hamil tak perlu khawatir soal alternatif selain retinol untuk kesehatan kulit mereka. Bahan skincare seperti asam hialuronat, vitamin C, dan niacinamide bisa menjadi alternatif perawatan kulit yang lebih aman dibandingkan dengan retinol.

Meski demikian, ibu hamil tetap perlu berkonsultasi dengan dokter atau dermatologis untuk memastikan perawatan kulit selama kehamilan terjamin keamanannya dan tidak mengganggu pertumbuhan janin.

(asw/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |