Kuasai Fasum Hingga Hambat Akses Masuk Puskesmas, 16 Lapak PKL Pasar Cidu Ditertibkan 

1 day ago 13

Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah mengambil langkah tegas dalam menata ruang publik. Bersama personel Satpol PP, petugas melakukan penertiban belasan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Cidu, Kelurahan Tabaringan, Rabu (13/05/2026).

Penertiban ini difokuskan pada akses jalan masuk menuju Puskesmas Tabaringan, tepatnya di Jalan Tinumbu/Yos Sudarso I. Lokasi ini dinilai krusial karena merupakan jalur utama layanan kesehatan masyarakat yang selama ini kerap tersumbat.

Camat Ujung Tanah, Andi Unru, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program prioritas untuk menciptakan kota yang bersih dan asri sesuai arahan pemerintah pusat.

“Sebanyak 16 lapak pedagang kami tertibkan dalam kegiatan ini. Tujuannya agar fungsi jalan kembali optimal, sehingga akses vital masyarakat tetap terbuka, aman, dan nyaman,” ujar Andi Unru.

Periklanan

Ad imageAd image

Lapak Legendaris Sejak 1975

Menariknya, penertiban ini menyasar beberapa lapak yang sudah berdiri selama puluhan tahun. Andi Unru mengungkapkan, ada pedagang yang telah beroperasi selama 35 tahun, bahkan dua lapak di antaranya tercatat sudah ada sejak tahun 1975.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa penertiban tidak dilakukan secara mendadak. Pemerintah telah menjalankan prosedur standar dengan memberikan teguran secara bertahap.

“Penertiban ini bukan tanpa proses. Para pedagang sebelumnya sudah diberikan surat peringatan secara bertahap, mulai dari peringatan pertama hingga ketiga,” bebernya.

Tawarkan Relokasi dan Rencana ‘Pasar Viral’

Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah mengklaim tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Sebagai solusi bagi para pedagang yang terdampak, pemerintah telah menyediakan opsi relokasi agar roda ekonomi warga tetap berputar.

Adapun opsi lokasi yang ditawarkan antara lain:

Pasar Terong
Pasar Kampung Baru

Selain itu, Andi Unru membocorkan rencana pengembangan kawasan tersebut di masa depan. “Di kawasan Jalan Tinumbu juga direncanakan akan dikembangkan pasar kuliner malam atau pasar viral,” tambahnya.

Normalisasi Drainase dan Akses Kesehatan

Selain masalah kemacetan, keberadaan lapak di badan jalan tersebut selama ini juga dituding menjadi penyebab buruknya sanitasi lingkungan karena menutupi saluran drainase.

Kondisi yang paling mendesak adalah sulitnya mobilitas kendaraan medis menuju puskesmas akibat penyempitan jalan. Dengan penertiban ini, diharapkan kendaraan darurat seperti ambulans tidak lagi terkendala macet saat menuju fasilitas kesehatan tersebut.

“Ini menyulitkan masyarakat, terutama yang hendak menuju puskesmas. Akses keluar masuk kendaraan jadi sempit dan sering macet. Sekarang kita kembalikan fungsinya,” pungkas Andi Unru.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |