Jakarta -
Usia balita merupakan momen emas si kecil untuk aktif bereksplorasi baik secara motorik atau sensorik.
Namun tak jarang, semangat eksplorasi tersebut berujung pada luka kecil, lecet, atau goresan pada tubuh anak. Luka kecil pada anak ini kemudian kerap memicu kepanikan orang tua terutama terhadap ibu muda yang baru memiliki anak.
Rasa takut anak merasa sakit, trauma, atau tidak nyaman sering kali mengubah momen perhatian menjadi situasi penuh drama.
Dokter Spesialis Anak Lucky Yogasatria pada acara Talk Show Betadine di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (14/2) lalu menerangkan, orang tua perlu menerapkan metode 4C dalam menangani luka anak.
Metode 4C merupakan singkatan dari Chill, Clean & Disinfect, Cover, dan Comfort. Metode ini dianjurkan diterapkan untuk menangani luka anak tanpa drama. Berikut penjelasannya:
1. Chill - Tetap Tenang
Jangan panik saat si kecil terluka. Sikap tenang orang tua akan bantu anak lebih nyaman dan memudahkan perawatan.
2. Clean & Disinfect - Bersihkan dan Desinfeksi Luka
Cuci luka dengan air mengalir, oleskan antiseptik yang dapat digunakan untuk anak di bawah 2 tahun dan tidak menimbulkan rasa perih.
3. Cover - Tutup Luka
Tutup luka dengan kasa steril atau plester agar tetap bersih.
4. Comfort - Jaga Kenyamanan
Biarkan luka pulih dan oleskan antiseptik secara berkala.
Sedangkan untuk produk yang bisa dipilih untuk mengatasi luka, Betadine Bening Antiseptik dengan kandungan Octenidine bisa menjadi pilihan.
Mengandung Allantoin yang memiliki sifat anti-inflamasi dan melembapkan sehingga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka pada kulit sensitif dan kulit anak di bawah usia 2 tahun.
"Pada anak usia di bawah dua tahun, kulit masih berkembang dan lebih rentan terhadap iritasi. Oleh karena itu, antiseptik dengan kandungan yang dapat digunakan pada kulit sensitif, tidak menimbulkan rasa perih, serta mampu bekerja efektif melawan kuman sangat penting dalam perawatan luka," kata Lucky Yogasatria.
(dia/dia)
Loading ...

3 hours ago
5















































