Jakarta -
Puasa selama bulan Ramadan tidak hanya menjadi ajang mempertebal keimanan dan ibadah, tetapi juga bisa menjadi jalan mengatur pola makan lebih sehat.
Ketika berpuasa, tubuh tidak akan mendapat asupan makanan selama sekitar 13 jam. Lantaran tak makan dalam waktu yang lama, nutrisi dan makanan yang dimakan di waktu berbuka dan sahur tentu harus menjadi perhatian.
Untuk sahur misalnya, ketika kita makan banyak karbohidrat sederhana, gula darah akan melonjak drastis. Tubuh kemudian memproduksi hormon insulin secara besar-besaran untuk menurunkan gula tersebut.
Efeknya, sekitar 2-3 jam setelah sahur, gula darah akan anjlok drastis. Inilah yang membuat kita merasa sangat lemas, mengantuk, dan gemetar tepat saat mulai bekerja di pagi hari.
Untuk itu, beberapa ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan rendah karbohidrat ketika sahur untuk menjaga gula darah.
Dokter Tirta misalnya, melalui unggahan Threads pribadinya, Dokter Tirta menyebut jenis makanan apa saja yang dia makan ketika sahur agar puasa tetap bugar.
"Telor rebus, Tempe, Tahu, Daging2, ikan, Ditutup dengan Jus Alpukat," tulis Dokter Tirta ketika membalas salah satu cuitan orang yang dilihat pada Kamis (19/2).
Dokter Tirta/ Foto: Threads
Telur, daging, ikan, tempe, dan tahu adalah sumber protein tinggi. Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh lambung dibandingkan nasi atau mi.
Protein ini tidak menyebabkan lonjakan gula darah, sehingga Anda terhindar dari rasa lemas di jam 10 pagi.
Sedangkan jus alpukat (tanpa kental manis/gula tambahan) mengandung lemak tak jenuh tunggal yang sangat tinggi. Ketika tubuh kehabisan energi dari makanan sahur, lemak sehat dari alpukat akan digunakan sebagai bahan bakar cadangan yang stabil.
(dia/dia)
Loading ...

4 hours ago
4















































