Jakarta -
Michael Bambang Hartanto, salah satu pendiri Grup Djarum meninggal dunia pada hari ini, Kamis (19/3), di Singapura, pada pukul 13.15 waktu setempat.
Salah satu orang terkaya di Indonesia itu meninggal dalam usia 86 tahun setelah berjuang melawan penyakit paru obstruktif kronis yang diderita.
Dalam keterangan resmi, jenazah Michael Bambang Hartanto akan disemayamkan di Jakarta sebelum nantinya dibawa ke Kudus untuk dimakamkan.
Rencananya, misa pelepasan dan persemayaman terakhir bakal digelar di GOR Jati Kudus, Jawa Tengah, pada 22 hingga 25 Maret 2026.
Profil Michael Bambang Hartanto
Michael Bambang Hartanto meruapkan salah satu pengusaha yang berpengaruh dalam dunia bisnis Indonesia. Dia bersama adiknya, Robert Budi Hartanto, konsisten menduduki jajaran orang paling kaya di Tanah Air.
Kekayaan Michael Bambang Hartanto bersumber dari perusahaan rokok Djarum dari ayahnya, Oei Wie Gwan. Di bawah kepemimpinannya dan sang adik, Djarum bertransformasi dari pabrik yang hampir bangkrut akibat kebakaran pada tahun 1963 menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di dunia.
Keluarga Hartono juga menjadi pemegang saham pengendali di Bank Central Asia (BCA).
Melalui Grup Djarum, Bambang Hartanto juga merambah lini binis lain, seperti teknologi, elektronik, propert, hingga perkebunan.
Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, Bambang Hartanto juga seorang atlet kartu Bridge.
Kiprahnya sebagai atlet menjadi sorotan ketika mengikuti ajang Asian Games 2018 di Jakarta. Saat itu, Bambang Hartanto menjadi atlet paling senior karena berlaga di usia 78 tahun.
Dalam Asian Games 2018, dia menyumbang medali perunggu untuk Indonesia.
(dia/dia)
Loading ...

3 hours ago
5














































