Sere Pasaribu Refleksikan Perjalanan Emosional Lewat Resital To Love, To Lose, To Learn

3 hours ago 6

Jakarta -

Penyanyi muda Sere Pasaribu menampilkan kemampuan vokalnya dalam resital vokal bertajuk To Love, To Lose, To Learn yang digelar di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, pada Jumat (12/6).

Melalui lima babak bertajuk Naive, Heartbreak, Return, Reblooming, dan Bittersweet, penonton diajak menyusuri perjalanan emosional tentang cinta, kehilangan, hingga proses menemukan makna dan pertumbuhan dari setiap pengalaman hidup.

Resital ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga ruang untuk merefleksikan pengalaman-pengalaman yang membentuk dirinya, baik sebagai individu maupun musisi muda.

"Setiap orang pernah mencintai sesuatu, kehilangan sesuatu, lalu belajar dari pengalaman itu. Pengalaman-pengalaman itulah yang saya terjemahkan ke dalam musik dan karya yang saya tulis sendiri. Bagi saya, musik adalah cara untuk memahami dan membagikan pengalaman hidup kepada orang lain," kata Sere dalam konferensi pers yang digelar sebelum acara dimulai.


Ditanya soal persiapan resital, Sere menyebut telah mempersiapkan ini selama 12 minggu, yakni sejak Februari 2026. Semua lagu sudah dipilih berdasarkan relevansi dengan tema yang pesannya tetap universal.

"Tema itu everyday life, ngelihat story temen aku, mungkin aku juga sendiri. Mungkin lagu-lagu yang aku pilih malam ini romantic, tapi sebenernya nggak harus hal romantis sih. Bisa soal persahabatan dan lainnya," terangnya.

Sere yang kini terdaftar sebagai mahasiswi Program Musik UIC College sebelumnya telah merilis lima lagu di platform digital.

Lag-lagu yang dilahirkan Sere, di antaranya Like I Always Do, Stupid For Loving U, 8 8 18th, Buatku Berarti, dan Mungkin Tak Harus Terjawab.

Sere juga terlibat sebagai pengisi vokal soundtrack film Malam 3 Yasinan yang tayang pada awal 2026 lalu. Dalam kesempatan itu, ia membawakan lagu lawas milik Tetty Kadi, Layu Sebelum Berkembang.

(dia/dia)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |