Sosok Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Dalam Serangan AS-Israel

14 hours ago 11

Jakarta -

Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran dikabarkan tewas akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di Taheran. Dilansir dari Al-Jazeera, Khamenei tewas di kantornya, saat sedang melakukan tugas.

Tentu saja, gugurnya Khamenei meninggalkan duka begitu mendalam bagi warga Iran. Atas gugurnya Khamenei, Pemerintah Iran menetapkan 40 hari berkabung.

Selama ini Khamenei dikenal sebagai pemimpin tertinggi di negara Republik Islam itu. Ia lahir di kota suci Mashhad pada 19 April 1939. Khamenei merupakan putra kedua dari Sayyed Javad Khamenei, seorang ulama yang mengajarkan keluarganya untuk hidup sederhana dan rendah hati.

Saat remaja, Khamanei sudah mendengar pidato dari ulama pemberani, Nawwab Safavi, soal menentang kebijakan Shah yang anti Islam dan licik. Khamenei pun memutuskan untuk bergabung dengan barisan pengikut revolusioner Imam Khomenei, pemimpin politik Revolusi Islam Iran, yang menentang kebijakan rezim Shah, pada 1962. Selama 16 tahun Khamenei mendedikasikan dirinya dalam barisan pembela Islam hingga akhirnya rezim Shah jatuh.


Ali Khomenei pun mendapat kehormatan dari Imam Khomenei untuk membawa pesan rahasia Ayatolla Milani dan ulama lainnya, terkait cara dan taktik mengungkap sifat rezim Shah.

Selama berjuang untuk revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamenei tentu kerap menghadapi berbagai cobaan hingga ancaman. Ia pernah ditangkap dan diasingkan di Penjara Gabungan Polisi-SAVAK, di Taheran selama berbulan-bulan.

Bahkan, setelah bebas pun Khamenei dilarang memberikan ceramah hingga mengadakan kelas-kelas. Ia juga sempat diasingkan selama tiga tahun karena aktivitas rahasianya diketahui oleh SAVAK.

Meski berbagai cobaan dihadapinya, tak membuat Khamenei menyerah dalam melanjutkan revolusi Islam. Setelah bebas, Khamenei tetap melanjutkan kegiatan politik dan keagaamnya.

Pada tahun 1989, Khamenei mengambil alih kepemimpinan Republik Islam, setelah kematian Ayatollah Rudhollah Khomeini, pemimpin revolusi Iran pada satu dekade sebelumnya yang dikenal karismatik.

Dalam kepemimpinannya, Khamenei membentuk aparat militer dan paramiliter Iran. Sebelum akhirnya menjadi pemimpin tertinggi, Khamenei telah menjadi presiden Iran melalui perang berdarah dengan Irak pada tahun 1980-an.

Kini sosok pemimpin tertinggi Iran itu telah gugur dalam perjuangannya usai Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan ke Taheran pada Sabtu (28/2). Komplek perumahan Khamenei di Taheran disebut telah dijatuhkan puluhan bom oleh AS dan Israel. Tak hanya Khamenei, sang putri hingga cucunya pun ikut menjadi korban atas serangan brutal AS dan Israel.

(kpr/kpr)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |