Stop Flexing! Ini 5 Etika Buka Puasa Bersama Saat Reuni Sekolah Agar Tak Jadi Ajang Pamer

14 hours ago 6

Makassartoday.com, Makassar – Musim buka puasa bersama (bukber) telah tiba. Salah satu agenda yang paling dinanti adalah reuni sekolah, mulai dari bangku SD hingga SMA. Namun, alih-alih menjadi ajang melepas rindu, reuni bukber sering kali berubah menjadi ajang pamer kesuksesan atau flexing.

Banyak orang merasa enggan hadir ke acara reuni karena khawatir akan dihujani pertanyaan seputar pencapaian materi, karier, hingga status pernikahan. Agar momen silaturahmi tetap hangat dan tanpa beban, berikut adalah hal-hal yang pantang dilakukan saat reuni sekolah:

1. Membicarakan Nominal Gaji dan Jabatan secara Berlebihan

Membahas pekerjaan memang wajar, namun menjurus ke nominal gaji, bonus, atau fasilitas kantor bisa membuat suasana menjadi kaku. Ingat, tidak semua teman memiliki perjalanan karier yang mulus. Fokuslah pada pengalaman menarik atau hobi, bukan pada angka di slip gaji.

Periklanan

Ad imageAd image

2. Sengaja Menunjukkan Atribut Kemewahan (Digital & Physical Flexing)

Menaruh kunci mobil mewah di atas meja dengan sengaja atau terus-menerus memutar jam tangan bermerek agar terlihat teman adalah tindakan yang kurang elegan. Begitu juga dengan terlalu sibuk membuat konten Instagram Story yang bertujuan memamerkan kemewahan tempat bukber tanpa memedulikan obrolan di meja.

3. Bertanya Hal Sensitif: “Kapan Nikah?” atau “Kapan Punya Anak?”

Pertanyaan ini sering dianggap basa-basi, padahal bagi sebagian orang, ini adalah pertanyaan yang menyakitkan. Reuni seharusnya menjadi ruang aman (safe space), bukan ruang interogasi. Jika teman tidak membuka topik tersebut, sebaiknya jangan bertanya.

4. Membandingkan Nasib Masa Lalu dengan Masa Sekarang

“Dulu kamu kan yang paling pintar di kelas, kok sekarang cuma begini?” Kalimat seperti ini adalah racun dalam reuni. Menghakimi kesuksesan seseorang berdasarkan masa lalunya di sekolah hanya akan menciptakan jarak dan rasa sakit hati.

5. Terlalu Sibuk dengan Gadget

Tujuan reuni adalah bertatap muka. Jika saat berkumpul semua orang justru sibuk dengan ponsel masing-masing untuk memamerkan kehadiran mereka di media sosial, maka esensi silaturahmi akan hilang. Simpan ponselmu, dan dengarkan cerita teman di sampingmu.

Sosiolog sering mengingatkan bahwa reuni adalah momen untuk kembali ke “titik nol”, di mana semua orang kembali menjadi teman sekolah tanpa embel-embel jabatan di belakang nama.

“Kesuksesan sejati dalam reuni bukan dilihat dari siapa yang paling kaya, tapi siapa yang paling mampu menjaga silaturahmi tanpa membuat orang lain merasa kecil hati.”

Dengan menghindari perilaku flexing, diharapkan acara buka puasa bersama tahun ini bisa benar-benar menjadi sarana memperpanjang umur dan melapangkan rezeki melalui hubungan yang tulus.

Editor: Ariel

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |