Tak Cukup Sekadar Mandi, Ini Cara Agar Higientias Kulit Terjaga dari Bakteri

2 hours ago 3

Jakarta -

Fenomena gaya hidup aktif dan mobilitas tinggi perlu diiringi dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap higienitas pribadi, terutama setelah aktivitas di ruang publik dan fasilitas bersama.

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa praktik kebersihan tangan dan kulit memegang peranan penting dalam pengendalian penyebaran mikroorganisme, terutama pada konteks penggunaan fasilitas umum, transportasi publik, dan ruang kerja bersama.

Dokter sekaligus influencer Danar Wicaksono juga menjelaskan higienitas kulit adalah penting karena relevan bagi masyarakat dengan gaya hidup aktif dan mobilitas tinggi.

Menurutnya, gaya hidup aktif membuat kulit secara alami berinteraksi dengan berbagai hal, mulai dari keringat saat berolahraga, paparan dari fasilitas publik, hingga kontak dengan permukaan yang digunakan bersama banyak orang. Selain itu, banyak yang belum menyadari berbagai situasi yang dapat meningkatkan paparan terhadap kuman penyebab penyakit.


"Kulit kita secara alami menjadi tempat hidup banyak mikroorganisme, termasuk bakteri yang merupakan bagian dari mikrobioma kulit alami. Sebagai contoh, banyak yang mengira bau badan disebabkan oleh keringat, padahal keringat sendiri sebenarnya hampir tidak berbau, bau muncul ketika bakteri yang ada di kulit menguraikan komponen dalam keringat," jelas Danar dalam konferensi pers Social-Ready Hygiene yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (30/5).

Untuk mencegah bakteri ini, perlu adanya pengelolaan kebersihan badan setiap hari, seperti mandi. Namun, sekadar mandi juga tidak cukup dan diperlukan membersihkan tubuh lebih dalam dengan cairan antiseptik di waktu-waktu khusus atau setelah aktivitas berat.

"Untuk pengelolaan bau badan sehari-hari, rekomendasi dermatologi standar adalah perawatan kebersihan rutin seperti mandi teratur dengan sabun mandi biasa, mengganti pakaian secara teratur, serta penggunaan deodoran atau antiperspiran sesuai kebutuhan," jelasnya.

"Yang berbeda dengan pengelolaan harian tersebut, dan menjadi fokus pada gaya hidup aktif masa kini, adalah bagaimana kita mengelola situasi-situasi tertentu di mana paparan mikroorganisme pada kulit dan tangan menjadi lebih tinggi, misalnya setelah penggunaan fasilitas olahraga bersama, commuting, atau aktivitas di ruang publik dalam waktu lama, di mana kulit dan tangan banyak menyentuh permukaan yang digunakan bersama," lanjutnya.

Mendukung kesadaran masyarakat akan higienitas, kampanye edukasi Social-Ready Hygiene yang disuarakan Betadine mengajak masyarakat memahami bahwa higienitas bukan hanya tentang terlihat bersih, tetapi juga memahami waktu dibutuhkannya antiseptic cleanser.

Antiseptik pembersih kulit yang dianjurkan adalah yang mengandung 7,5% Povidone-Iodine yang membantu meningkatkan higienitas kulit saat dibutuhkan, terutama setelah aktivitas dengan paparan kuman lebih tinggi karena telah terbukti efektif melawan berbagai mikroorganisme dalam waktu 30 detik berdasarkan data laboratorium.

(dia/dia)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |