Jakarta -
Umat Islam mulai mencari informasi tentang takbiran jelang perayaan Hari Raya Iduladha 2026. Lalu kapan takbiran akan berlangsung?
Takbiran menjadi tradisi umat Islam melantunkan kalimat takbir (Allahu Akbar) secara bersamaan pada malam menjelang hari raya seperti Idulfitri dan Iduladha. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk raya syukur atas nikmat dan karunia kepada Allah SWT.
Pada Iduladha, takbiran dilakukan pada malam hari raya biasanya setelah salat Subuh pada hari Arafah atau 9 Dzulhijjah. Dalam buku Fiqih Sunnah 2 oleh Sayyid Sabiq, membaca takbir pada Hari Raya Iduladha hukumnya sunah. Membaca takbir pada Iduladha tercantum dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 203, yang bunyinya:
"Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya...," (QS Al-Baqarah (2): 203.
Kapan Takbiran Iduladha 2026 Dimulai?
Dalam laman Rumasyo, ada ketentuan mengenai waktu takbiran mutlak dan muqayyad Iduladha.
Takbir Mutlak
Takbiran ini tidak terikat waktu tertentu. Takbir bisa dikumandangkan kapan saja dan di mana saja selama masih berada dalam rentang waktu yang dianjurkan.
Saat Iduladha, takbir ini bisa dimulai sejak tenggelamnya matahari pada malam Id dan berakhir ketika imam memulai salat Id. Sehingga takbir mutlak ini dapat dikumandangkan setelah memasuki Magrib pada 26 Mei 2026 hingga pelaksanaan salat Id pada besok, 27 Mei 2026.
Takbiran Muqayyad
Sementara takbiran ini terikat dengan waktu. Takbiran Muqayyad dikumandangkan sejak Subuh pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) hingga Ashar hari tasyrik terakhir.
Pada Iduladha 2026, takbiran ini bisa dikumandangkan sejak Subuh tanggal 26 Mei 2026 hingga Ashar pada tanggal 30 Mei 2026. Takbiran ini dibaca setiap selesai salat fardhu dan sunah.
(agn/fik)
Loading ...

8 hours ago
7
















































