Tata Cara Itikaf yang Benar Saat Ramadan
Bulan suci Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi umat muslim untuk melakukan banyak amalan baik.
Pada bulan yang istimewa ini, seluruh amal baik yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt.. Salah satu amalan baik yang sangat dianjurkan saat bulan Ramadan adalah itikaf.
Itikaf berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap atau mengurung diri. Secara istilah, itikaf merupakan aktivitas berdiam diri masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Kegiatan ini juga disertai dengan berpuasa dan rangkaian ibadah lainnya, seperti salat, zikir, membaca Al-Quran, dan amalan baik lainnya.
Kapan Waktu Terbaik untuk Itikaf?
Itikaf sebaiknya dilakukan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Dalam periode ini terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.
Kebiasaan beritikaf ini juga dilakukan oleh Rasulullah saw. selama 10 malam terakhir bulan Ramadan, sebagaimana tercantum pada hadits riwayat Muslim berikut ini.
أَنَّ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانِ. حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ. ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
Artinya:
"Bahwasannya Nabi saw. beritikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan sampai beliau dipanggil Allah Azza wa Jalla, kemudian istri-istri beliau (meneruskan) beritikaf setelah beliau wafat." (HR. Muslim)
Cara Itikaf yang Benar
Masjid Istiqlal/ Foto: Rifkianto Nugroho
Membaca Niat Itikaf
Kegiatan itikaf harus diawali dengan niat yang dibaca di dalam hati. Sebelum membaca niat, penting untuk mengetahui apakah itikaf tersebut bersifat wajib karena nazar atau sunah. Jika dilakukan pada 10 malam terakhir, maka ibadahnya bersifat sunah. Berikut ini bacaan niat itikaf.
نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ فِي هَذَا المَسْجِدِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul I'tikafa fii haadzal masjidi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya:
"Aku berniat itikaf di masjid ini, sunah karena Allah ta'ala."
Sedangkan apabila itikaf dilakukan atas dasar kewajiban, maka niatnya sebagai berikut.
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى
Nawaitu an a'takifa fī hādzal masjidi fardhan lillāhi ta'ālā.
Artinya:
"Aku berniat itikaf di masjid ini fardu karena Allah ta'ala."
Berdiam Diri di Masjid
Itikaf dilakukan dengan cara berdiam diri di dalam masjid. Kegiatan ini juga dibarengi dengan ibadah sunah lainnya, seperti memperbanyak zikir, bertasbih, dan membaca Al-Quran untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.. Selain itu, dianjurkan pula untuk melaksanakan salat sunah, seperti salat tahiyatul masjid atau salat sunah lainnya supaya memperbanyak pahala.
Menghindari Hal yang Tidak Berguna dan yang Membatalkan Itikaf
Ketika beritikaf, umat Islam dianjurkan untuk menjauhkan diri dari segala hal duniawi yang tidak ada manfaatnya. Sebaiknya, fokus terhadap niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan melakukan berbagai amalan baik.
Rasulullah saw. juga memberi anjuran untuk memanjatkan doa memohon pengampunan kepada Allah Swt. di malam Lailatul Qadar. Berikut ini bacaan doanya.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku."
Di samping itu, orang yang melaksanakan itikaf juga perlu menghindari hal-hal yang bisa membatalkan itikaf. Beberapa hal yang membatalkan itikaf, di antaranya:
- Melakukan hubungan suami-istri
- Mengeluarkan mani
- Mabuk dengan sengaja
- Murtad
- Hilang akal
- Haid atau nifas bagi perempuan
- Keluar masjid untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda

21 hours ago
7
















































