Viral! Lebih Takut Dapur MBG Mati Daripada Asap, Kadisdik Kalteng Panen Kritik Pedas

21 hours ago 5

Beranda » Viral » Viral! Lebih Takut Dapur MBG Mati Daripada Asap, Kadisdik Kalteng Panen Kritik Pedas

Video rekaman rapat koordinasi via Zoom bersama para kepala sekolah SMA, SMK, dan SKH se-Kalteng pada Sabtu (29/8/2026)./Foto: Tangkapan Layar

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Kalteng — Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Video rekaman rapat koordinasi via Zoom bersama para kepala sekolah SMA, SMK, dan SKH se-Kalteng pada Sabtu (29/8/2026) bocor dan memicu gelombang kritik dari warganet.

Dalam rapat yang sejatinya membahas penanganan kebijakan sekolah di tengah ancaman bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut, Reza melontarkan alasan yang dinilai tak biasa terkait keengganannya meliburkan siswa.

Bukan semata-mata berfokus pada keselamatan dan kesehatan pernapasan para murid, Reza justru menyoroti dampak penghentian aktivitas sekolah terhadap kelangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan roda ekonomi kantin.

“Karena ketika sekolah diliburkan, berpengaruh juga pada dapur-dapur MBG (mati). Dapur MBG mati juga berimbas ke kantin sekolah yang ikut mati,” ujar Reza dalam potongan video viral tersebut.

Tak berhenti di situ, ia juga mengkhawatirkan perilaku siswa jika dirumahkan. Menurutnya, alih-alih berdiam di rumah menghindari asap, anak-anak justru berpotensi keluyuran. “Nanti malah nongkrong di kafe dan menimbulkan masalah baru,” tambahnya.

Panen Kritik Warganet dan Desakan Audit
Sontak, potongan video tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memantik kemarahan publik. Banyak pihak menyayangkan prioritas sang pejabat yang dinilai lebih mengedepankan keberlangsungan program ketimbang risiko paparan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) pada anak-anak.

Kritik tajam pun membanjiri kolom komentar. Warganet menilai keselamatan jiwa dan kesehatan generasi muda seharusnya berada di atas urusan administratif maupun operasional dapur program.

“Anak-anak disuruh menghirup asap demi dapur MBG tetap ngebul? Logikanya di mana?” tulis salah satu warganet di kolom komentar.

Buntut dari viralnya video ini, sejoli elemen masyarakat kini merespons keras dan mendesak adanya transparansi. Sejumlah pihak bahkan mendorong digelarnya audit menyeluruh terhadap alokasi anggaran serta efektivitas operasional dapur MBG di wilayah-wilayah yang terdampak parah oleh kabut asap.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan mengenai pernyataan Kadisdik Kalteng tersebut masih terus dibanjiri komentar dan dibagikan ribuan kali oleh pengguna media sosial.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |