Tangkal Krisis Moral hingga Judi Online pada Anak, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Sulsel

12 hours ago 6

Makassartoday.com, Makassar — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan kegiatan “Forum Komunikasi Publik Pendidikan Dasar dan Menengah: Kolaborasi Strategis dalam Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah” di Aula Siporio, Lantai 2, Kantor Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyosialisasikan arah kebijakan baru pemerintah, khususnya implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta Kepmendikdasmen Nomor 17/2026 sebagai pedoman pelaksanaannya.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons konkret pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan krusial penguatan karakter generasi muda di Indonesia saat ini. Beberapa tantangan nyata yang dihadapi di antaranya adalah maraknya fenomena strawberry generation (generasi yang kreatif namun rapuh menghadapi tekanan), tingginya paparan pornografi dan eksploitasi anak daring, bahaya narkoba, judi online yang mulai merambah anak usia remaja, hingga krisis moral dan keteladanan.

Forum ini menegaskan bahwa untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman, pendekatan tidak lagi bisa berfokus pada langkah kuratif atau penanganan setelah masalah terjadi saja. Kebijakan baru ini mengedepankan pendekatan yang holistik melalui prinsip Promotif, Preventif, dan Kolaboratif tanpa menafikkan aspek kuratif dan rehabilitatif.

Periklanan

Ad imageAd image

Tantangan ini pun berdampak langsung pada bagaimana guru harus mendesain ruang kelas. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Lasmi Dewi, yang turut hadir dalam forum tersebut mengungkapkan bahwa aspirasi dan karakteristik murid zaman sekarang sudah jauh berubah.

“Pertanyaan dari murid tadi itu yang mungkin perlu menjadi concern bagi guru, bagaimana menciptakan proses pembelajaran itu harus lebih baik ya. Karena sekarang anak-anak kita sudah semakin kreatif, semakin kritis gitu ya, maka sudah tidak bisa lagi tuh model-model pembelajarannya yang konvensional yang hanya menulis gitu ya, hanya ceramah,” ujar Lasmi Dewi di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, guru dituntut untuk melahirkan inovasi agar siswa tidak bosan dan bisa menyerap nilai-nilai karakter dengan baik. “Maka perlu ada banyak ragam variasi model-model pembelajaran yang diciptakan ataupun didesain oleh guru, supaya tadi anak tuh betul-betul merasakan manfaat belajar, kemudian juga dia merasa terlibat dalam pembelajaran. Itu yang paling penting,” tambahnya.

Terdapat empat aspek utama dalam mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang disosialisasikan dalam forum tersebut, antara lain:

  • Pemenuhan Kebutuhan Spiritual: Meliputi kebebasan beribadah, penguatan nilai spiritual, toleransi, serta penyediaan sarana ibadah yang layak dan inklusif.
  • Pelindungan Fisik: Menyangkut penataan sarana prasarana sekolah yang aman, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, serta lingkungan yang bersih dan sehat.
  • Kesejahteraan Psikologis dan Keamanan Sosiokultural: Memberikan kesempatan setara bagi murid untuk berekspresi tanpa diskriminasi, serta membangun hubungan antarwarga sekolah yang saling menghormati.
  • Keadaban dan Keamanan Digital: Memperkuat literasi digital warga sekolah guna menangkal informasi bohong (hoax), konten negatif, kejahatan siber, serta melindungi data pribadi murid dalam proses pembelajaran.

Terkait dengan implementasi penguatan karakter ini di lingkungan sekolah, Lasmi Dewi juga menjelaskan mengenai peta jalan transisi kurikulum dan program penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang sedang masif berjalan. Pemerintah memastikan proses regulasi tetap berjalan transparan sesuai koridor hukum yang berlaku, seperti Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.

“Sampai tahun akademik atau tahun ajaran baru 2026/2027 itu masih bisa dilaksanakan (kurikulum sebelumnya). Kemudian di tahun 2027 selanjutnya, mereka akan melakukan penyesuaian masuk ke kurikulum yang baru atau Kurikulum Merdeka yang saat ini masih berlaku. Tapi untuk daerah 3T, itu masih diberlakukan sampai 2027. Jadi mereka baru bisa melakukan perubahan di tahun 2028,” jelas Lasmi mengenai lini masa adaptasi kurikulum nasional.

Untuk mendukung ekosistem baru ini, Kemendikdasmen terus menggenjot kesiapan para tenaga pendidik melalui berbagai program terstruktur sejak tahun lalu.

“Dari tahun 2025 kemarin sudah ada pelatihan-pelatihan yang dilakukan, pendampingan juga melalui sosialisasi. Hanya memang dengan banyaknya sasaran yang cukup luar biasa, memang memerlukan proses untuk bisa sampai ke seluruh satuan pendidikan. Sekarang kami masih dalam proses untuk bisa menambah sasaran terhadap penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) ini,” urai Lasmi Dewi.

Kebijakan ini mengamanatkan pentingnya Partisipasi Catur Pusat Pendidikan, yakni kolaborasi aktif antara pihak Sekolah (Kepala Sekolah, Guru, Tendik, Murid), Orang Tua/Wali, Masyarakat, dan Media Massa.

Melalui forum komunikasi publik ini, Kemendikdasmen berharap seluruh pemangku kepentingan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, dapat bersinergi membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, memperkuat tata kelola deteksi dini, serta mengalihkan pendekatan penyelesaian masalah dari jalur litigasi ke non-litigasi demi kepentingan terbaik bagi anak.

Editor: Ariel

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |